Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat (PSDKM) berdiri pada tanggal 6 September 2024 dengan dikeluarkan SK Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 579/E/O/2024, tentang pembentukan Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat (PSDKM). Pada tahun akademik semester genap 2024/2025 PSDKM UNEJ menerima mahasiswa untuk pertama kali. PSDKM Universitas Jember merupakan program studi Multidisiplin yang mempunyai 2 minat, yaitu Minat Kesehatan Agroindustrial dan Kedokteran Agromedicine. Saat ini Akreditasi PSDKM adalah BAIK.
Keunggulan dan ciri khas Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Unej adalah kajian keilmuan difokuskan pada kesehatan pertanian industrial. Kajian Doktor Kesehatan Masyarakat difokuskan pada kajian masalah kesehatan, pelayanan kesehatan, serta penanganan kesehatan, pada masyarakat di sektor industri pertanian (Kesehatan Agro Industrial).
Ciri khas kesehatan agro industrial ini menyesuaikan dengan Visi Universitas Jember yaitu unggul dalam pengembangan sains, teknologi, dan seni berwawasan lingkungan, bisnis, dan pertanian industrial. Untuk dapat mencapai Visi tersebut, perlu ditunjang keberadaan program studi yang mengembangkan sains, teknologi dan seni yang berwawasan lingkungan, bisnis dan pertanian industrial dalam menghasilkan sumber daya yang unggul dan inovatif. Saat ini Universitas Jember memiliki lima Fakultas Kesehatan, yaitu Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan. Dalam upaya mencapai Visi Universitas Jember tersebut, setiap fakultas di bidang kesehatan telah melakukan berbagai riset yang berfokus pada pertanian dan industrial, yaitu Agromedis, Dental Agromedis, Agrofarmasi, Agrocoastal community, dan Agronursing yang nantinya akan menjadi sub kajian di Doktor Kesehatan Masyarakat.
Ciri khas kesehatan agroindustrial juga didasarkan pada wilayah Kabupaten Jember dan kabupaten sekitarnya, dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja di sector industri pertanian, perkebunan, dan perairan. Mayoritas masyarakat yang bekerja di bidang pertanian sebagai pekerjaan informal sangat rentan dan beresiko terhadap permasalahan kesehatan. Hal ini berkaitan dengan interaksi yang dihasilkan antara masyarakat, agen penyakit, dan lingkungan pertanian.
Sebagai sebuah ciri khas kesehatan agroindustrial, maka Doktor Kesehatan Masyarakat ini akan melibatkan multidisiplin keilmuan, baik di bidang kajian Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, dan Keperawatan, serta kajian Sosial Kemasyarakatan. Berkaitan dengan sifat multidisiplinnya keilmuan yang terlibat dalam S3 Kesehatan Masyarakat ini, maka sifat Doktor kesehatan masyarakat dirancang dengan pendekatan Multidisiplin.
